Hari Raya Galungan Dan Kuningan 2016

Hari Raya Galungan dan Kuningan 2016Dalam setahun, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Galungan dua kali untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya serta kemenangan dharma melawan adharma. Tahun ini Hari Raya Galungan jatuh pada 10 Februari 2016. Saat hari besar tersebut berlangsung, umat Hindu di Bali melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widi dan Dewa/Bhatara sebagai tanda puji syukur atas rahmat serta kesehatan. Kesempatan Anda menyaksikan perayaan besar di Bali juga lebih panjang dengan dirayakannya Hari Kuningan yang jatuh pada 20 Februari 2016.
Sepanjang 10-20 Februari tersebut, seluruh daerah di Pulau Dewata akan merayakan Galungan dan Kuningan. Sehubungan  perayaan keagamaan tersebut maka hampir seluruh Pulau Bali akan dihiasi berbagai macam dekorasi sekaligus kegiatan keagamaan Hindu Bali.
Galungan diperingati setiap 210 hari sekali menurut penanggalan Hindu Saka atau setiap enam bulan sekali, namun selalu jatuh di hari Rabu Kliwon Dungulan. Galungan berkaitan erat dengan Hari Raya Kuningan yang dianggap sebagai penutup perayaan Galungan. Oleh karena itu, ucapan selamat biasanya berbunyi "Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan".
334 x 500 · 72 kB · jpeg, hati dan pikiran dengan mantra dan doa diUmat Hindu Bali percaya bahwa roh para leluhur datang saat perayaan Galungan. Untuk menyambutnya maka didirikanlah umbul-umbul bambu dengan aneka hiasan di sepanjang jalan di depan rumah, hiasan ini disebut penjor. Persiapan Galungan dimulai sejak Tumpek Wariga yang disebut sebagai Tumpek Bubuh, hari ini ditandai dengan permohonan umat kehadapan Sanghyang Sangkara.
Adapun tradisi masyarakat untuk merayakan ini adalah dengan menghaturkan banten (sesaji) berupa bubur sumsum berwarna seperti bubuh putih untuk umbi-umbian, bubuh bang untuk padang-padangan, bubuh gadang untuk pohon yang berkembangbiak secara generatif, dan bubuh kuning untuk pohon yang berkembangbiak secara vegetatif. Pada hari Tumpek Wariga ini semua pepohonan akan disirati air suci dan diberi banten berupa bubuh tadi. Setelah selesai, pemilik pohon akan memukul atau mengelus batang pohon sambil mengutarakan permohonan.
Selama Galungan, upacara Ngelawang akan digelar di setiap desa. Ritual ini bertujuan untuk mengusir roh jahat yang dilakukan oleh tarian barong. Barong diundang ke setiap rumah dan kehadirannya dimaksudkan untuk mengembalikan keseimbangan antara yang baik dan jahat di dalam rumah. Sebelum barong menari para penghuni rumah akan berdoa lebih dahulu.
Sementara itu pada puncak perayaan yang disebut Hari Raya Kuningan, umat Hindu di Bali yakin bahwa Sang Hyang Widi turun ke Bumi untuk memberikan berkat bagi semua orang. Sebagai penutupan rangkaian ritual Galungan, Kuningan juga menandai kembalinya dewa dan leluhur ke alam mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar